Jumat, 10 Desember 2010

perawatan itik petelur dari DOD

pada artikel sebelumnya penulis telah membahas tentang memelihara itik dari fase layer, sedangkan kita ketahui bersama untuk memelihara itik petelur ada dua alternatif yaitu dari DOD atau bayi dan mulai dari siap telur. keduanya memiliki kelemahan dan keunggulan masing- masing, sekedar gambaran memang memulai usaha beternak itik dari mulai DOD ada proses belajar yang sifatnya kontinyu dan berkesinambungan, memang sebenarnya untuk jangka panjang seseorang sebaiknya memulai dari DOD tetapi bagi sebagian orang yang mempunyai modal yang besar dan ingin berinvestasi di bidang ini, bebek siap telur atau bayah adalah jawabannya. pada kesempatan kali ini akan coba saya ulas mengenai memelihara itik petelur dari DOD atau bayi.
untuk standart awal antara bebek pedaging dan petelur adalah sama dalam hal perlakuan, pakan, kandang, serta pemeliharaan, yang menjadikan berbeda antara bebek pedaging dan petelur adalah ketika bebek tersebut berumur 60 hari lebih, untuk bebek pedaging pada masa tersebut siap dipanen sedangkan untuk bebek petelur pada fase itu adalah menginjak fase grower, kita ketahui bersama pada masa starter, anak itik akan membutuhkan pakan yang mempunyai kadar protein antara 20% sampai dengan 22%, karena pada masa ini anak itik membutuhkan nutrisi untuk bertumbuh dan berkembang guna menunjang perkembangan organ tubuhnya dan untuk menjaga ketahanan tubuh dalam menyesuaikan diri dari keadan lingkungan, baik dingin maupun panas. sedangkan pada masa grower atau pada fase kedua, kebutuhan protein pada itik menurun antara 14% sampai dengan 15%, pada masa ini para peternak bisa agak berhemat dikarenakan kebutuhan protein yang relatif rendah, bahkan beberapa peternak yang memelihara dari DOD yang tidak menggunakan sistem angon, pada masa grower ini hanya diberi makan hanya berupa makanan pokok saja contohnya dedak, jagung, nasi kering, saja. tentunya yang sangat menghabiskan banyak biaya adalah jenis pakan yang berprotein tinggi misalkan saja tepung ikan, tepung tulang, konsentrat, dsb. pada masa grower ini angka kematian itik cenderung menurun, bahkan kalau pemeliharaannya bagus hampir 0% kematian dari itik bisa dicapai. pada fase layer (fase ketiga) ini kebutuhan asupan protein meningkat mulai 18% sampai dengan 19%, pada masa layer ini itik mulai bertelur, nah syarat bertelur untuk itik adalah pakan yang diberikan haruslah minimal 18%.
sumber: peternakan dody.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar